Pembakaran Bendera Kalimat Tauhid Bukti Anti Tauhid
Pembakaran Bendera Kalimat Tauhid
Bukti Anti Tauhid
Oleh: Abdul Ramadhan
Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP)
Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Yaqut Cholil Qoumas mengklaim pembakaran bendera
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan upaya untuk menjaga kalimat
tauhid. Menurutnya, anggota Barisan
Ansor Serbaguna (Banser) NU tidak akan membakar jika bukan kalimat tauhid yang
tertera pada bendera berwarna dasar hitam itu.
"Saya memahami apa yang dilakukan teman-teman itu adalah upaya
menjaga kalimat tauhid," ujar Yaqut saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin
(22/10).
Pembakaran bendera yang
bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota Banser yang berjumlah belasan orang
merupakan perbuatan yang benar menurut Yaqut Cholil Qoumas dan tindakatan
tersebut justru merupakan sebuah penghormatan terhadap kalimat Tauhid.
Menurutnya, hal sama juga akan dilakukan jika menemukan sobekan naskah atau
mushaf Alquran.
Yaqut menyatakan bendera itu
lebih baik dibakar daripada ada pihak lain yang
menaruh di tempat yang tidak semestinya. "Membakar bendera yang ada
tulisan kalimat tauhid tersebut, hemat saya, teman-teman ingin memperlakukan
sebagaimana jika mereka menemukan potongan sobekan mushaf Alquran," kata
Yaqut. "Mereka akan bakar sobekan
itu, demi untuk menghormati dan menjaga agar tidak terinjak-injak atau terbuang
di tempat yang tidak semestinya," lanjutnya.
Mulanya, ada satu anggota banser yang membawa bendera
berwarna hitam bertuliskan aksara arab yang mirip kalimat tauhid. Belasan
anggota Banser lainnya kemudian berkumpul untuk bersama-sama menyulut bendera
tersebut dengan api. Sebagian dari mereka mengenakan pakaian loreng khas Banser
lengkap dengan baret hitam.
Tak hanya bendera, mereka juga nampak membakar ikat kepala
berwarna hitam bertuliskan aksara arab itu. Agar kedua benda lebih cepat
dilalap api, mereka menggunakan koran yang juga telah disulut. Sementara itu,
ada salah satu dari mereka yang mengibarkan bendera Merah Putih berukuran
besar. Saat api mulai besar dan melalap setengah bendera, sejumlah anggota
Banser semakin semangat menyanyikan lagu NU. Beberapa di antaranya seraya
mengepalkan tangan seirama dengan nada yang dinyanyikan.
"Saya yakin teman-teman
melihat itu sebagai bendera HTI. Dan kita enggak ada urusan dengan bendera
organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah dan faktanya memang mengancam
kedaulatan," kata Yaqut
Menanggapai apa yang
disampaikan oleh Yaqut Cholil Qoumas kepada
media CNNIndonesia.com, Senin (22/10).
Pertama, dengan alasan
Yaqut Cholil Qoumas pembakaran benderta tauhid tersebut upaya untuk
menjaga kalimat Tauhid dengan membakarnya
agar tidak ada pihak lain yang
menaruh di tempat yang tidak semestinya. Ini merupakan alasan yang
benar, Tapi Tidak seharusnya dengan cara yang mereka lakukan yaitu mereka
membakarnya dengan penuh semangat, penuh gairaoh dilihat dari gesture dan
ekspresi mereka yang kita lihat di video
yang berdurasi 02.04 apalagi diiringi mars “Hubbul Wathon Minal Iman” yang
kompak mereka lantunkan, sambil mengepal-epalkan tangan.
Apa salahnya kalau
mereka mengambil bendera tersebut langsung dibakar saja tanpa harus diiringi
mars Hubbul Wathon Minal Iman. Tindakan seperti
ini merupakan hal yang tidak wajar, mereka bergembira dan semangat plus
diiringi mars Hubbul Wathon Minal Iman hanya untuk membakar bendera kalimat
bertauhid, seolah-olah ada kemenagan yang mereka raih disana saat mereka
membakar bendera dan ikatan kepala yang
bertuliskan kalimat tauhid tersebut.
Kedua, Bendera yang bertuliskan kalimat tauhid itu adalah
bendera kesatuan umat Islam bukan bendera ciri khas suatu organisasi tertentu.
Al-liwa dan Ar-roya merupakan panji Rosulullah SAW yang bertuliskan kalimat
Tauhid. Siapa saja yang mengaku diri sebagai umat Islam ataupun organisasinya
Islam maka dia mempunyai haq untuk memakai bendera yang bertuliskan kalimat
Tauhid.
Ketiga, Apa yang
dikatakan oleh Yaqut bahwa "Saya
yakin teman-teman melihat itu sebagai bendera HTI. Dan kita enggak ada urusan
dengan bendera organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah dan faktanya memang mengancam
kedaulatan," . Ini merupakan kekeliruan Yaqut, didalam bendera yang jelas
bertuliskan kalimat tauhid itu tidak ada kaitanya dengan HTI karena itu bukan
symbol HTI, sebab sudah sangat jelas bendera yang nyatanya bertulis kalimat
tauhid itu adalah kalimat tauhid yang dengan kalimat itu kita hidup dan mati, sekaligus bendera
pemersatu umat Islam bukan bendera ciri khas suatu organisasi tertentu apalagi
benderanya HTI atau symbol HTI.
Cara yang dilakukan Banser membakar bendera yang bertulis kalimat
tauhid tersebut merupakan cara yang salah dan keliru bahkan menimbulkan
rusaknya persaudaraan umat Islam karena
dituding identik dengan organisasi tertentu, kemudian dengan pembakaran bendera
yang bertuliskan kalimat tauhid tersebut akan melukai hati umat Islam
Indonesia bahkan dunia karena symbol keislamanya akan dilecehkan oleh oknum Banser.

Komentar
Posting Komentar