Ibu Pertiwi
Dalam Duka
Oleh : Ramadhan Ab
Kita merdeka, benarkah demikian.?
Baru
beberapa hari kita merayakan puncak kemenangan kemerdekaan ibu pertiwi ke 74. Semua warga Indonesia dari tokoh elit negara hingga masyarakat biasa,
begitupun dengan akademisi pelajar
sampai mahasiswa, dari timur hingga barat, dari utara hingga selatan, dari kota
hingga sampai dipelosok desa ikut merayakan kemerdekan ibu pertiwi.
Sorak
bergembira atas kemerdekaan ibu pertiwi
adalah hal yang wajar, karena bagaimanpun kita pernah memproklamasikan
kemerdekaan ibu pertiwi, tapi jika dikaji lebih mendalam dan mengakar,
sejatinya ibu pertiwi kini dalam duka yang bergejolak, begitulah realita yang terjadi.
Merdeka,
dalam kamus besar bahas Indonesia ada tiga pengertian yang memiliki makna yang hampir
sama, Pertama bebas artinya bebas dari
penjajahan, kedua lepas dari tuntutan dan ketiga yaitu tidak terikat, artinya
tidak bergantung kepada yang lain, leluasa, berdiri kokoh karena kemerdekaan
dan berprinsip.
Melihat
apa yang terjadi diIbumi pertiwi kemudian bandingkan dengan pengertian
kemerdekaan menurut KBBI, maka kita
sebenarnya belum sampai kepada predikat kemerdekaan yang sesungguhnya. Sebab
dibelahan bumi pertiwi ada banyak penderitaan, kerusakan, ketidak adilan,
penganiyaan hampir diseluruh aspek kehidupan.
Jika
merdeka menurut KBBI ketika negara tidak bergantung pada negara lain, maka bumi
pertiwi sangat bergantung pada negara lain sebut saja china, dalam hal ekonomi
bukan sesuatu yang rahasia lagi bahwa Indonesia
sangat bergantung pada china dengan meminjam uang angka yang gila-gilaan
sistemnyapun riba, ini membuktikan bahwa bumipertiwi dalam duka, masyaraktnya
menderita, padahal kekayaan alamnya yang limpah ruah namun dikelola oleh asing
untuk kesejahtraan asing.
Jika
merdeka bebas dari penjajahan, maka bumi
pertiwi masih dijajah, salah satunya dari segi ekonomi Indonesia di jajah oleh
kapitalisme global, dimana nialai rupiah dikendalikan oleh negara adikuasa.
Ketika melihat dilapangan bumi pertiwi ini dari segi
keamanan, apa betul negeri yang konon katanya merdeka tapi cobalah melihat
keamananya yang terjadi dipapua saat ini merupakan kerusuhan yang mengancam
kedaulatan NKRI dimana lambang negara
dibakar, kantor DPR dibakar, penembakan terhadap TNI maupun polisi oleh
OPM, terjadi pembunuhan. kemudian pada
kasus sebelumnya pada aksi damai di Jakarta atas kecurangan BAWASLU dan KPU
terjadi penembakan massa aksi oleh oknum keamanan negara belasan meninggal
dunia, puluhan yang lainya mengalami luka parah dan ringan, ini merupakan bukti
dari segi keamanan bahwa bumi pertiwi dalam bahaya, bahkan ini merupakan ancaman
serius terhadap NKRI.
Bumi
pertiwi merupakan tempat dimana kekayaan alamnya yang sangat melimpah ruah,
bumi yang subur, sawah ladang terhampar luas samudra biru. Namun sayangnya
tidak akan memberikan dampak kesejatraan kepada bumi pertiwi, yang ada malah
sebaliknya. Hari-hari yang dilalui semakin menambah tetesan air mata bumi
pertiwi.
Berbagai
kerusakan yang terjadi, tingginya angka kemiskinan, tingginya tingkat
pengangguran, banyak kerusuhan, kriminal, pembunuhan, kenakalan remaja,
perzinahan, pemerkosaan, pencabulan, porstitusi, korupsi yang dilakukan oleh
elit negara, menjual asset negara semua itu belum merdeka, masih dalam
ombang-ambing dibumi pertiwi, begitulah realita berbicara dan ini merupakan
menu harian dibumi pertiwi saat ini.
Semua
itu terjadi dibumi pertiwi bahkan terus akan terjadi jika hukum kita terus
didominasi oleh hukum-hukum colonial. Sebagai solusi yang tepat yang memang
harus dilakukan yaitu tinggalkan system kapitalisme-sekuler dalam segala bidang
dan bersatu untuk mewujudkan kemerdekaan hakiki yaitu kembali kepada ideology
Islam yang Allah perintahkan untu diterapkan dalam kehidupan pribadi,
masyarakat, negara dan ini pernah dicontohkan oleh Rosulullah dan pernah
menguasai dunia, karena Islam itu
sempurna dan pari-purna dan mampu menyelesaikan persolan seluruh aspek
kehidupan, baik ekonomi, politik, social, kemanan, pendidikan semua itu sudah
ada dalam ideology Islam karena Islam bukan hanya sekedar agama sebagaimana
agama selain Islam melainkan islam disamping sebagai agama juga ideology.
Bumi
pertiwi sesungguhnya sangat punya potensi yang luar biasa untuk mewujudkan apa
yang dicita-citakan oleh negara, sebab mempunyai kekayaan yang sangat luar
biasa, baik didaratan maupun dilautan, semua itu akan terwujud jika akan
dikelolah oleh negara yang tidak berdsarkan kepentingan apapun selain mengurusi
urusan masyarakat dengan ikhlas dan semua itu akan terwujud dalam bingkai negara
yang menerapkan hokum islam dengan totalitas.

Komentar
Posting Komentar